Senin, 05 Mei 2014

Musim ini menjadi musim yang kurang menyenangkan buat Manchester United.

Patrice Evra menganggap Manchester United memiliki semua persyaratan untuk mendapat ejekan dari pendukung mereka sendiri di Old Trafford.

Hal itu terjadi di akhir minggu, menyusul kekalahan United dari Sunderland di Old Trafford.

Hasil itu membuat United harus puas di peringkat tujuh untuk sementara ini dan berjuang keras bisa tampil di Liga Europa musim depan.

"Tahun ini menjadi petaka buat kami. Tahun ini kami sangat buruk. Kami pantas mendapatkan semua kritikan. Kami tak bermain bagus. Kami kalah di sejumlah laga bodoh," kata Evra, Senin (5/5).

"Ketika kami berada di lapangan, kami berusaha memenangi setiap laga, tapi situasinya sangat buruk musim ini, sebuah mimpi buruk."

"Ketika saya melihat di klasemen, saya melihat ada frustrasi besar. Tahun ini menjadi musim yang ingin secepatnya saya lupakan," tandasnya.

"Saya sebenarnya berpikir tahun ini adalah kecelakaan. Tapi saya tahu Manchester United tak pernah mati. Dan juga Manchester akan bangkit tahun depan. Itu mental kami, tak pernah menyerah."

The White Angels tak mau kembali ditekuk tim nasional Indonesia U-19.

Pemain tim nasional Myanmar U-19, Nanda Kyaw, mengatakan bahwa timnya tidak ingin mengulang kekalahan di ajang Piala AFF U-19 tahun lalu. Saat Myanmar harus kalah 2-1 dari timnas Indonesia U-19, di stadion Petrokimia Gresik.

Menurut pemain bernomor punggung sepuluh tersebut, level kualitas timnya tidak jauh berbeda dengan Evan Dimas dan kawan-kawan. Apalagi Myanmar yang menjadi tuan rumah Piala Asia U-19 nanti, sudah berkembang secara pesat.

"Saat di Piala AFF di Surabaya Indonesia memang lebih kuat dari kami, mungkin karena faktor pendukung. Pelatih pun menjadi kesulitan memberikan arahan," kata Kyaw.

"Saya rasa kualitas sepakbola kami tidak begitu jauh dari Indonesia, dan kami sendiri telah mengalami progres lebih baik dari yang dulu," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, tim Garuda Jaya akan menjamu Myanmar pada 5 dan 7 Mei 2014, laga yang digelar di stadion Gelora Bung Karno tersebut akan dibuka untuk penonton pada pertemuan pertama, dan non-komersil di pertemuan kedua.

Setiap Max-Alain Gradel ingin hengkang, dia selalu mengingat gol pentingnya di laga Derby du Rhone.


Max-Alain Gradel, penyerang AS Saint-Etienne, mendambakan berseragam duo klub raksasa Spanyol, Real Madrid atau Barcelona.

Sempat tersiar kabar jika sang striker bakal meninggalkan klub pada musim dingin lalu dengan West Ham United jadi destinasi paling potensial, tapi pada akhirnya ASSE mempertahankannya.

Namun, kini yang bersangkutan mengutarakan niatannya kembali untuk hengkang. Gradel merasa, dirinya sudah tak lagi dibutuhkan Les Verts. Muluknya, Barca dan Madrid adalah incaran klub selanjutnya.

"Menjadi seorang pesepakbola, Anda harus memiliki mental yang kuat. Anda bisa mengatakan saya gila, namun jika Anda memberi kesempatan saya untuk ke Real atau Barca, saya siap mengambilnya karena saya punya rasa percaya diri," ujar Gradel kepada wartawan.

"Mudah saja bagi saya hengkang ke sana [West Ham], saya pun tak lagi disambut di Saint-Etienne, tapi saya belum menuntaskan apa yang saya bangun di sini sejak 2011. Lalu saya mengenang laga derby," ujar bomber yang menjadi penentu saat membawa ASSE memenangkan laga Derby du Rhone 2-1 kontra Olympique Lyon.

Sukses Everton memastikan tempat di Liga Europa musim depan membangkitkan antusiasme Howard.

Penjaga gawang Everton Tim Howard mengaku senang dan antusias dengan pencapaian yang dibukukan di Liga Primer Inggris musim ini.

Keberhasilan The Toffes yang memastikan tempat untuk tampil di Liga Europa musim depan menjadi alasan utama kebanggaan yang dilontarkan pemain asal Amerika Serikat tersebut.

"Musim ini merupakan perjalanan yang mengesankan bagi kami," sebut Howard kepada Everton TV.

"Kami berkembang lebih baik dibanding musim lalu dan berhasil menyegel tempat di ajang Eropa. Tentu pencapaian tersebut membuat kami sangat senang."

"Hasil ini juga berita baik untuk fans yang selalu mendukung kami di saat senang maupun susah. Jadi mereka layak untuk menikmatinya bersama kami."

Ramsey berharap raihan gelar Piala FA akan mampu menjadi pelecut prestasi lebih baik Arsenal di musim selanjutnya.

Aaron Ramsey merasa optimis dengan kans Arsenal untuk memenangi Piala FA musim ini, dan menyebutnya akan mampu menjadi titik balik bagi timnya untuk memulai era baru.

The Gunners akan melakoni partai final Piala FA menghadapi Hull City di Wembley pada 17 Mei mendatang, gelar yang terakhir kali mereka rengkuh tahun 2005 silam.

"Tentunya laga final tersebut sangat berarti dan merupakan pencapaian besar bagi kami musim ini," tutur Ramsey kepada Observer.

"Sebagai pemain, kami belum memenangi sesuatu dalam waktu yang lama, jadi saya berharap kami mampu mengakhiri rasa lapar akan gelar dengan menyabet gelar Piala FA."

"Pencapaian kami di liga sebenarnya tidaklah terlalu buruk, kami sempat memimpin klasemen sebelum memasuki bulan Februari. Jadi sebenarnya kami mampu menunjukan kualitas."

"Kini kami semakin dekat dengan torehan juara, mungkin dengan kesuksesan ini maka kami akan mampu untuk lebih berprestasi lebih banyak dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan."

Rodgers berharap Manchester City gagal mengatasi tekanan di sisa laga musim ini.

Manajer Liverpool Brendan Rodgers menolak anggapan yang menyebutkan dirinya telah lempar handuk dalam upaya perburuan gelar juara Liga Primer Inggris musim ini.

Selain fokus terhadap timnya jelang laga kontra Crystal Palace, Selasa (6/5) dini hari WIB, mantan juru latih Swansea City itu turut memberikan komentar terhadap kans Manchester City, yang merupakan pesaing utama anak asuhnya.

"Manchester City akan melakoni tugas yang berat. Saat ini tak hanya kami, mereka juga dalam situasi yang mengharuskan untuk menjaga konsistensi permainan, benar-benar berat," ujar Rodgers.

"Mereka saat ini diwajibkan untuk memetik lima kemenangan beruntun menuju akhir musim ini, hal serupa hanya mampu satu kali mereka raih musim ini."

"Jadi saya pikir itu akan menyulitkan mereka, dan saya berharap mereka tidak mampu untuk mewujudkan itu lebih jauh," pungkasnya.

Liverpool kini berada di posisi kedua klasemen sementara, memiliki nilai yang sama 80 dengan Manchester City yang unggul selisih gol di peringkat pertama.

Karim Benzema mengakui dirinya banyak terinspirasi dari sosok Sang Fenomena, Ronaldo.

Siapa sosok paling dikagumi Karim Benzema dalam belantika sepakbola? Ronaldo. 

Namun bukan Cristiano Ronaldo rekannya di Real Madrid, tapi Ronaldo legenda Brasil yang juga tak lain eks pahlawan Los Blancos di era Los Galacticos jilid satu lah yang menjadi panutan Benzema.

Mantan bintang Oympique Lyon ini merasakan betul, sosok Ronaldo yang begitu inspiratif membuat dirinya bisa terus optimistis menjaga mimpi agar bisa sepertinya menjadi pemain terbaik dunia.

Bagi Benzema, Ronaldo Brasil adalah potret figur penyerang terbaik sepanjang masa.

"Dia tahu segalanya, bagaimana dribbling, mencetak gol," ujar penyerang internasional Prancis tersebut.

"Anda perlu mendapatkan inspirasi dari pemain-pemain seperti dia. Dia membuat saya bermimpi dan akan selalu membuat saya menyimpan mimpi," tandas Benzema.